mulai-bisnis-15

Cara Memulai Bisnis Dari Nol


Apakah Anda ingin memulai bisnis sendiri? Tapi Anda bingung harus mulai dari mana? Berikut ini 15 langkah cara memulai bisnis menurut Larry Kim.

mulai-bisnis-0

Image by Larry Kim on Medium

1. Identifikasi Mengapa Anda ingin Memulai Bisnis

mulai-bisnis-1

Photo by Laurenz Kleinheider on Unsplash

Hal pertama yang penting dilakukan adalah memahami mengapa Anda melakukan sesuatu, tidak terkecuali ketika Anda memulai sebuah bisnis.

Apakah karena mungkin ada ide yang sepertinya tidak dapat Anda abaikan? Atau mungkin karena kewirausahaan merupakan sebuah simbol dari kebebasan dalam arti sebuah cara untuk melepaskan diri dari bekerja untuk orang lain.

Silakan luangkan waktu untuk mengidentifikasi mengapa Anda ingin menjadi seorang pengusaha. Ini merupakan bagian dari motivasi inti Anda untuk selalu mengingatkan diri Anda sendiri untuk terus melangkah maju.

2. Tentukan Passion, Skills, Kekuatan, dan Kelemahan Anda

mulai-bisnis-2

Photo by Ian Schneider on Unsplash

Setelah Anda memiliki setidaknya pemahaman dasar tentang alasan Anda ingin memulai bisnis, sekarang saatnya untuk mengenali diri Anda sendiri. Anda perlu menilai diri Anda dengan jujur, apa yang Anda telah Anda lakukan selama ini dan temukan di mana kelemahan Anda berada.

Anda bisa bertanya pada diri Anda sendiri dengan beberapa pertanyaan kunci sebagai seorang calon pengusaha:

  • Apa passion Anda?
  • Apa keahlian (skill) dan kekuatan Anda?
  • Apa bidang skill Anda?
  • Apa kelemahan Anda dan tugas-tugas yang Anda benci?
  • Apakah Anda siap untuk menjadi seorang pengusaha?

3. Temukan Ide Bisnis Anda

mulai-bisnis-3

Photo by G. Crescoli on Unsplash

Setiap bisnis berasal dari satu ide. Terkadang itu datang sebagai momen “aha”. Dan kadang Anda harus memikirkannya secara sistematis. Bila Anda sudah tahu Anda ingin menjadi wirausahawan tetapi tidak tahu ide apa yang harus dikejar, Anda bisa persempit dengan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apakah ada sesuatu yang harus Anda hadapi yang selalu mengganggu Anda? Jika ya, apakah ada suatu produk atau layanan yang bisa mengatasinya?
  • Apakah ada teknologi baru di lingkup yang menarik minat Anda? Apakah ada cara untuk Anda dapat terlibat bisnis tersebut?
  • Bisakah Anda mengambil sesuatu hal yang sekarang masih berfungsi dan membuatnya lebih cepat, lebih baik, atau lebih murah?

4. Lakukanlah Sebuah Perhitungan

mulai-bisnis-4

Photo by Rawpixel on Unsplash

Kita semua tahu bahwa kita membutuhkan uang untuk memulai sebuah bisnis. Pada awalnya, Anda perlu mempertahankan bisnis Anda karena sebenarnya Anda tidak mendapat keuntungan apapun pada hari pertama. Pertama, Anda perlu mencari tahu berapa banyak uang yang dapat Anda belanjakan, dan apa yang dapat Anda hilangkan, tanpa menghancurkan kehidupan finansial Anda.

Selanjutnya, Anda perlu menentukan berapa banyak modal yang Anda butuhkan. Tentunya bukan hanya untuk membangun bisnis Anda dari dasar, tetapi untuk mempertahankannya sampai menguntungkan.

Akhirnya, Anda perlu tahu berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk mempertahankan kehidupan pribadi Anda. Ini termasuk membayar tagihan Anda, membeli makanan, biaya pengobatan, dan semua biaya lain yang ada dalam hidup Anda.

5. Lakukan Riset Pasar

mulai-bisnis-5

Photo by Rawpixel on Unsplash

Sebelum Anda mengejar ide bisnis, Anda perlu memeriksa perbedaan produk dan apakah rencana Anda benar-benar unik. Tentukan apakah Anda benar-benar orang pertama yang membuat produk atau layanan tersebut.

Jika Anda bukan satu-satunya yang menawarkan layanan atau produk Anda, pertimbangkan apa yang ditawarkan pesaing Anda dan apakah Anda dapat menawarkan yang tidak mereka tawarkan.

Lakukan wawancara atau survei untuk mencari tahu apa yang diinginkan orang dan mengumpulkan informasi tentang apa yang mungkin dibutuhkan pelanggan potensial Anda.

Tanpa riset pasar, Anda hanya merilis produk atau layanan yang tak seorangpun akan membelinya, dan itu akan membuat Anda gagal.

6. Kembangkan Sebuah Prototipe dan Kumpulkan Feedback

mulai-bisnis-6

Photo by Rawpixel on Unsplash

Pada titik ini, Anda benar-benar perlu memikirkan apa yang akan Anda tawarkan.

Jika bisnis Anda didasarkan pada produk, buatlah prototipe atau setidaknya mockup dari produk Anda. Jika Anda menawarkan layanan, siapkan penjelasan tertulis secara terperinci.

Dengan prototipe atau deskripsi layanan yang siap digunakan, selanjutnya adalah melihat pendapat market. Tujuannya di sini adalah untuk mendapatkan feedback yang membantu Anda meningkatkan produk Anda.

Mulailah dengan menjangkau orang-orang yang Anda percayai. Kemudian, tingkatkan jangkauan di segmen market yang lebih besar jika feedback awal Anda sebagian besar menguntungkan.

Seringkali, langkah ini mengharuskan Anda untuk kuat dan tangguh. Anda akan menghadapi para penentang dan orang-orang yang tidak percaya pada produk atau layanan Anda yang bagus seperti yang Anda pikirkan, jadi bersiaplah untuk mendengar beberapa hal negatif tentang ide Anda.

Namun, tanpa feedback ini, Anda tidak akan belajar tentang masalah yang mungkin Anda abaikan atau apa yang diharapkan calon pelanggan Anda.

7. Buat Penyesuaian Berdasarkan pada Feedback

mulai-bisnis-7

Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash

Setelah feedback Anda dikumpulkan, saatnya untuk melakukan beberapa penyesuaian. Temukan pola dalam informasi yang Anda terima. Lihatlah apakah Anda dapat melakukan perbaikan yang memungkinkan untuk produk atau layanan Anda menjadi lebih menarik bagi calon pelanggan Anda.

8. Lindungi Bisnis Anda Secara Legal

mulai-bisnis-8

Photo by Helloquence on Unsplash

Jika Anda merasa memiliki bisnis yang potensial di tangan Anda, Anda perlu menjadikan semuanya resmi. Ada banyak aspek hukum untuk memulai bisnis yang akan melibatkan hal-hal seperti:

  • Memilih nama bisnis
  • Memilih struktur bisnis (korporasi, kemitraan, dan yang lainnya)
  • Mendaftarkan bisnis Anda
  • Memperoleh nomor pajak
  • Mendapatkan perizinan
  • Mendapatkan lisensi
  • Menyiapkan akun bank bisnis
  • Pengajuan paten, hak cipta dan merek dagang

Meskipun Anda dapat mengurusnya sendiri, lebih bijaksana jika Anda berkonsultasi dengan ahlinya untuk memastikan semuanya tercakup.

9. Buat Rencana Bisnis yang Profesional

mulai-bisnis-9

Photo by startupstockphotos.com

Rencana bisnis adalah gambaran secara menyeluruh tentang perusahaan Anda dan bagaimana perusahaan akan berkembang seiring berjalannya waktu. Rencana bisnis Anda harus mencakup:

  • Halaman judul (Title Page)
  • Ringkasan bisnis plan
  • Deskripsi bisnis
  • Strategi pemasaran
  • Analisis kompetitif
  • Desain produk dan layanan serta rencana pengembangan
  • Rencana manajemen dan operasi
  • Rencana keuangan dan rincian pendanaan

10. Dapatkan Pendanaan

mulai-bisnis-10

Photo by Rawpixel on Unsplash

Jika Anda ingin tumbuh lebih cepat, Anda perlu modal usaha. Anda dapat bekerja untuk mendapatkan hibah usaha kecil, mengumpulkan investasi dari teman dan keluarga, terhubung dengan investor, atau bahkan mendapatkan pinjaman bank reguler.

11. Kembangkan Sepenuhnya Produk atau Layanan Anda

mulai-bisnis-11

Photo by Rawpixel on Unsplash

Langkah berikutnya adalah mengembangkan produk atau layanan Anda sepenuhnya dan membawanya ke market. Anda perlu melakukan:

  • Amankan manufaktur (untuk produk)
  • Dapatkan layanan yang diperlukan (hosting situs web, perusahaan pengiriman, dan lain-lain)
  • Membuat strategi penetapan harga
  • Pilih platform penjualan (online, ritel, dan sebagainya)
  • Pilih payment processor
  • Membuat kemasan atau packaging

12. Mempekerjakan Tim

mulai-bisnis-12

Photo by Rawpixel on Unsplash

Mempekerjakan tim dapat meningkatkan skala bisnis dengan cepat. Apakah Anda memilih untuk mempekerjakan karyawan full-time, kontraktor, atau mendapatkan layanan dari freelancer, menentukan orang yang ahli di bidang yang Anda butuhkan adalah suatu keharusan.Tidak ada pengusaha yang tahu segalanya, jadi mempekerjakan tim yang dapat menutupi kelemahan Anda akan membuat Anda bergerak maju dengan cepat.

Namun, mengelola personil melibatkan banyak waktu, energi, dan dokumen. Jika Anda ingin menyederhanakan bagian dari bisnis Anda, gunakan layanan pembayaran gaji seperti Gadjian, Paychex atau Gusto.

13. Melakukan Penjualan

mulai-bisnis-13

Photo by JJ Ying on Unsplash

Setelah Anda memiliki produk atau layanan yang siap, saatnya untuk publikasi.

Pada awalnya, Anda perlu berkonsentrasi untuk melakukan penjualan. Itu berarti, Anda mendedikasikan diri Anda pada proses pemasaran. Tujukan pada setiap jalur pemasaran yang tersedia untuk Anda, terutama opsi yang berbiaya rendah.

Jangkau calon pelanggan di media sosial melalui iklan dan dengan melibatkan mereka. Buatlah calon pembeli untuk merasa ‘terpanggil’. Buat video untuk mempromosikan apa yang Anda tawarkan.

14. Fokus pada Pertumbuhan

mulai-bisnis-14

Photo by Rawpixel on Unsplash

Setelah penjualan mulai berjalan, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Anda telah memasuki fase di mana berfokus pada pertumbuhan yang memungkinkan Anda untuk memperluas dan menghasilkan lebih banyak penjualan. Dalam beberapa kasus, memperluas upaya pemasaran Anda dan anggaran mungkin merupakan langkah terbaik. Hal ini memungkinkan Anda untuk meningkatkan jangkauan bisnis Anda.

Selain itu, berkonsentrasilah untuk melayani pelanggan dengan luar biasa. Pembeli lebih setia pada perusahaan yang memperlakukan mereka dengan benar, dan bahkan akan membayar premium untuk pengalaman yang positif.

Anda harus mempertahankan hubungan itu. Karena jika tidak, Anda akan kehilangan lebih dari sekadar mengulang bisnis. Karena kata dari mulut yang negatif akan merugikan pelanggan Anda juga.

Anda juga perlu mengawasi semua pengeluaran Anda. Pantau terus cara-cara untuk mengurangi biaya atau meningkatkan efisiensi, memungkinkan Anda menjadi lebih menguntungkan.

15. Terus Tingkatkan

mulai-bisnis-15

Photo by Razvan Chisu on Unsplash

Jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dalam jangka panjang, maka Anda perlu meningkatkan secara terus-menerus. Berusaha menjadi lebih baik di setiap langkah dengan merangkul inovasi dan evolusi produk atau layanan Anda.

Selain itu, terus pelajari inti perusahaan Anda. Kumpulkan feedback setiap saat dan pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengambil apa yang Anda tawarkan ke tingkat berikutnya.

Terakhir, jangan pernah mengalihkan pandangan dari kompetisi. Dengan memantau pasar dan pesaing Anda, Anda dapat melihat peluang dan tetap berada di depan.

 

Reference

Kim, Larry. 2018. How to Start a Business: From Ground Zero to a 9-Figure Exit. [Online] Available at :https://medium.com/marketing-and-entrepreneurship/how-to-start-a-business-from-ground-zero-to-a-9-figure-exit-d24c4d5e8e14 [Accessed November 28, 2018]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.