Memilih database server yang tepat adalah salah satu keputusan fundamental dalam pengembangan aplikasi web. Pilihan ini akan berdampak langsung pada bagaimana data disimpan, dikelola, diakses, serta memengaruhi aspek krusial seperti performa, skalabilitas, dan keandalan aplikasi Anda di kemudian hari. Secara umum, Anda akan berhadapan dengan dua kategori utama: database relasional yang unggul dalam mengelola data terstruktur dengan skema yang jelas, dan database non-relasional yang menawarkan fleksibilitas lebih untuk data semi-terstruktur atau tidak terstruktur.
Artikel ini akan membahas 10 pilihan database server populer yang sering digunakan oleh para developer profesional. Setelah membaca artikel ini, Anda diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam memilih teknologi database yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik proyek Anda.
Yang Akan Anda Pelajari
Database Server Populer yang Digunakan Developer
Ada banyak pilihan database server yang tersedia untuk developer saat ini, masing-masing dengan karakteristik dan fitur unggulan yang berbeda. Database server modern umumnya sangat fleksibel dalam menangani berbagai jenis data, seperti data terstruktur, semi-terstruktur, maupun tidak terstruktur.
Berikut adalah 10 database server yang sering digunakan oleh para developer profesional, lengkap dengan keunggulan masing-masing dan bagaimana Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan proyek Anda.
1. PostgreSQL
PostgreSQL adalah sistem manajemen database relasional yang ditulis dengan bahasa pemrograman C. Database ini sangat mudah diperluas dengan mendukung berbagai tipe data custom, operator, agregat, dan fungsi. Juga dapat mengelola database hingga ukuran 32 TB dengan fitur ukuran baris yang tidak terbatas.
Database ini ideal untuk aplikasi yang memerlukan keandalan, performa, dan dukungan komunitas open source yang kuat. Database ini tersedia di bawah lisensi PostgreSQL yang gratis, open source, dan dapat digunakan oleh siapa saja. Telah dipercaya oleh sejumlah situs dan aplikasi populer seperti Reddit, Skype, Instagram, Spotify, dan Twitch.
Nama | PostgreSQL |
Developer | PostgreSQL Global Development Group |
Lisensi | PostgreSQL License |
Sistem Operasi | Lintas platform |
Tipe | Database relasional |
Use Case | Analisis data, data geospasial, penelitian ilmiah |
Harga | Gratis |
2. MySQL
MySQL adalah database relasional yang populer untuk pengembangan aplikasi web. MySQL ditulis dengan bahasa pemrograman C dan C++, serta menggunakan bahasa query yang terstruktur.
MySQL cocok digunakan untuk pengembangan aplikasi web yang memerlukan pengelolaan query SQL efisien, pemrosesan transaksi, dan operasi multithreaded, tanpa memerlukan spesifikasi server yang tinggi dan dapat berjalan dengan RAM sebesar 2GB. Database ini dioperasikan di bawah lisensi GNU General Public License dan telah dipercaya oleh platform-platform populer seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Amazon, dan Airbnb.
Nama | MySQL |
Developer | Oracle Corporation |
Lisensi | GNU General Public License (GPL) v2, proprietary |
Sistem Operasi | Linux, Solaris, Windows, macOS, FreeBSD |
Tipe | Database relasional |
Use Case | Aplikasi web, sistem manajemen konten, data-driven software |
Harga | Gratis |
3. SQLite
SQLite adalah database SQL open-source dengan sistem manajemen database relasional terintegrasi, dikembangkan pada tahun 2000 menggunakan bahasa pemrograman C. Database ini tidak memerlukan konfigurasi kompleks, instalasi, atau server terpisah, serta mendukung berbagai perintah standar SQL seperti SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, dan lainnya.
SQLite memiliki lisensi public domain (PD) dan ditulis sepenuhnya dalam bahasa pemrograman C, cocok digunakan untuk aplikasi dengan kebutuhan sistem database sederhana. Database ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan ternama seperti Apple, Mozilla, Google, McAfee, Microsoft, Intuit, General Electric, Dropbox, Adobe, dan Airbus.
Nama | SQLite |
Developer | D. Richard Hipp |
Lisensi | Public Domain |
Sistem Operasi | Lintas platform |
Tipe | Database relasional |
Use Case | Aplikasi mobile, perangkat IoT, aplikasi web sederhana |
Harga | Gratis |
4. Microsoft SQL Server
Microsoft SQL Server adalah database multi-model yang mendukung pengelolaan data terstruktur (SQL), semi-terstruktur (JSON), dan spasial. Database ini memiliki kesamaan dengan Sybase SQL Server 4.2 dalam arsitektur dasar dan bahasa prosedural Transact-SQL.
Microsoft SQL Server cocok digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengelola berbagai jenis data, serta ideal untuk lingkungan multi-platform seperti Windows dan Linux. Beberapa perusahaan ternama yang menggunakan Microsoft SQL Server antara lain Accenture, Alibaba Travels, dan StackOverflow.
Nama | Microsoft SQL Server |
Developer | Microsoft |
Lisensi | Proprietary |
Sistem Operasi | Windows, Linux |
Tipe | Database relasional |
Use Case | Aplikasi level enterprise, data warehousing, dan business intelligence |
Harga | Paket Standard mulai dari USD 1.418 per tahun |
5. MongoDB
MongoDB merupakan software manajemen database dokumen pertama yang dirilis pada tahun 2009. Ini adalah database NoSQL berbasis dokumen yang menampilkan data sebagai dokumen JSON yang fleksibel daripada dalam bentuk tabel. MongoDB menawarkan skalabilitas dan performa tinggi, serta fitur-fitur seperti indeks sekunder, aggregation pipelines, dan native search.
Database ini cocok digunakan untuk aplikasi yang memerlukan manajemen data fleksibel dalam format dokumen JSON, serta untuk penggunaan indeks sekunder, aggregation pipelines, dan pencarian native.
MongoDB juga dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis, manajemen pengguna, dan kontrol akses berbasis role atau tugas, dan dipercaya oleh perusahaan besar seperti Uber, eBay, The New York Times, Tencent, dan Slack.
Nama | MongoDB |
Developer | MongoDB Inc. |
Lisensi | Server Side Public License (SSPL), proprietary |
Sistem Operasi | Windows, macOS, Linux, Solaris, FreeBSD |
Tipe | Database yang berorientasi pada dokumen |
Use Case | Analitik real-time, sistem manajemen konten, backend aplikasi mobile |
Harga | Gratis, paket Dedicated mulai dari USD 57/bulan |
6. Redis
Remote Dictionary Server (Redis) adalah database yang umumnya digunakan untuk manajemen cache guna mempercepat aplikasi web. Redis mendukung berbagai struktur data seperti strings, hashes, lists, dan sets yang dapat diakses melalui perintah-perintah yang intuitif. Database ini beroperasi secara in-memory, artinya data disimpan di dalam memori dan tidak memerlukan hard disk untuk penyimpanan, sehingga mampu memproses jutaan data dalam waktu yang sangat singkat.
Database ini cocok untuk aplikasi yang memerlukan pemrosesan data cepat dan efisien tanpa memerlukan penyimpanan permanen di hard disk. Redis telah dipercaya oleh beberapa platform besar seperti X, Pinterest, Snapchat, Github, dan StackOverflow.
Nama | Remote Dictionary Server (Redis) |
Developer | Redis |
Lisensi | Redis Source Available License, Server Side Public License (SSPL) |
Sistem Operasi | Unix-like |
Tipe | Penyimpanan struktur data, database key value |
Use Case | Caching, analitik real-time, message broker, manajemen sesi |
Harga | Gratis, paket Essential mulai dari USD 5 per bulan |
7. MariaDB
MariaDB adalah database relasional populer yang kompatibel dengan MySQL Protocol dan MySQL Clients. Database ini dapat menggantikan server MySQL dengan mudah tanpa perlu mengubah kode sama sekali, serta menawarkan ruang penyimpanan berbasis kolom dengan arsitektur data yang terdistribusi paralel secara masif.
MariaDB cocok digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kompatibilitas dengan MySQL Protocol dan Clients, serta membutuhkan ruang penyimpanan berbasis kolom dan arsitektur data yang terdistribusi paralel secara masif. Database ini digunakan oleh sejumlah perusahaan besar, termasuk Google, Mozilla, Tumblr, dan Wikipedia.
Nama | MariaDB |
Developer | MariaDB Foundation |
Lisensi | GNU General Public License (GPL) v2, Lesser General Public License (LGPL) v2.1 |
Sistem Operasi | Linux, Windows, macOS |
Tipe | Database relasional |
Use Case | Analitik, transaksi, data warehousing, e-commerce, fitur level enterprise |
Harga | Gratis |
8. Elasticsearch
Elasticsearch adalah database berbasis mesin pencarian open-source full-text yang menyimpan dan mengindeks berbagai jenis data dalam format JSON. Database ini dibangun berdasarkan Lucene, sebuah Java Library open-source yang digunakan untuk mencari dan menyimpan data. Elasticsearch menawarkan dukungan multi-tenant, dan REST API.
Elasticsearch cocok digunakan untuk aplikasi pencarian dan analisis pencarian teks lengkap, pengindeksan log untuk monitoring infrastruktur, serta sistem analisis real-time untuk data terstruktur dan tidak terstruktur. Database ini digunakan oleh perusahaan seperti Tokopedia, Shopify, Instacart, Slack, dan Medium.
Nama | Elasticsearch |
Developer | Elastic NV |
Lisensi | Elastic License, Server Side Public License (SSPL) |
Sistem Operasi | Lintas platform |
Tipe | Mesin pencarian dan indeks |
Use Case | E-commerce, sistem manajemen dokumen, social network |
Harga | Paket Standard mulai dari USD 95 per bulan |
9. DynamoDB
DynamoDB merupakan database non-relasional yang menjadi bagian dari portofolio Amazon Web Services (AWS). Database ini dikenal karena skalabilitasnya yang mudah dan integrasi yang mulus dengan layanan AWS lainnya. Sebagai database proprietary dari Amazon, DynamoDB ditulis dengan bahasa pemrograman Java. Fitur-fitur unggulannya mencakup built-in security, in-memory caching, dan consistent latency.
DynamoDB sangat cocok untuk aplikasi real-time analytics, pengolahan transaksi dengan low latency, dan pengembangan aplikasi serverless yang terukur. Beberapa perusahaan besar yang menggunakan DynamoDB antara lain Zoom, Netflix, Samsung, Tinder, dan Zomato.
Nama | DynamoDB |
Developer | Amazon.com |
Lisensi | Proprietary |
Sistem Operasi | Lintas platform |
Tipe | Database yang berorientasi pada dokumen, key-value database |
Use Case | Aplikasi, website serverless |
Harga | Mulai dari USD 0.25 per GB per bulan |
10. Oracle
Oracle adalah database relasional level enterprise yang ditulis menggunakan bahasa Assembly, C, dan C++. Oracle menawarkan skalabilitas dan ketersediaan instan melalui fitur Multitenant, RAC, dan Data Guard. Database ini memiliki keunggulan tidak memerlukan ruang penyimpanan yang terlalu besar serta mampu memproses data dengan cepat.
Oracle sangat cocok digunakan untuk aplikasi dengan kebutuhan kapasitas besar, pemrosesan data yang cepat, dan ketersediaan instan, seperti aplikasi enterprise yang memerlukan skalabilitas tinggi dan ketersediaan yang dapat diandalkan. Banyak perusahaan besar menjadikan Oracle sebagai pilihan utama karena fitur keunggulan tersebut, termasuk Telkom Indonesia, Pertamina, PLN, Netflix, dan LinkedIn.
Nama | Oracle |
Developer | Oracle Corporation |
Lisensi | Proprietary |
Sistem Operasi | Windows, Linux, Unix |
Tipe | Database multi-model |
Use Case | Aplikasi perusahaan, sistem keuangan, platform e-commerce |
Harga | Peket Standard mulai dari USD 350 |
Rekap dan Kesimpulan
Sebuah database server adalah fondasi penting bagi aplikasi web untuk penyimpanan data secara terstruktur dan efisien. Database memainkan peran utama dalam manajemen informasi dengan memungkinkan aplikasi untuk menyimpan, mengelola, dan mengambil data dengan cepat dan akurat. Dengan database server yang baik, aplikasi dapat beroperasi secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Beberapa database server tersedia sebagai open source dan dapat digunakan secara gratis, seperti MariaDB, MySQL, PostgreSQL, dan SQLite. Sementara itu, database server seperti DynamoDB, Oracle, dan Microsoft SQL Server menawarkan solusi berbayar. Adapun MongoDB dan Redis menawarkan opsi skema berbayar dan gratis.
Sementara itu, Elasticsearch ditawarkan dengan skema self-managed, di mana pengguna bertanggung jawab atas semua aspek manajemen database, termasuk instalasi, konfigurasi, pemeliharaan, keamanan, dan backup.
Setiap database server tersebut memiliki fitur-fitur unggulan dan peruntukan yang berbeda-beda, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Selamat mencoba!