5 Soft Skill untuk UX Designer

Anda mungkin tahu bahwa selalu ada kejutan dan tantangan pada setiap pembuatan produk digital. Ada beberapa keterampilan tertentu yang sangat penting untuk Anda pelajari jika Anda ingin menjadi UX designer yang efektif. Berikut 5 soft skill yang diperlukan sebagai UX designer menurut Taylor Green.

Adaptif

Di era yang mudah berubah dan serba tidak pasti, tren yang paling populer saat ini, mungkin tidak ada lagi di sana besok. Sebagai UX designer, Anda harus merencanakan untuk hal-hal yang tidak diketahui secara pasti ini. Anda perlu membarui informasi terhadap kelenturan tren dan teknologi saat ini. Agar tetap terinformasi, Anda bisa mendengarkan podcast, baca artikel terbaru, dan jangan merasa aman dalam kondisi “sekarang”. Dengan begitu, Anda akan siap untuk situasi apa pun.

soft-skill-ux-01

Gambar twenty20.com

Selalu sediakan solusi cadangan ketika Anda merancang suatu produk untuk mencegah Anda mengalami frustasi atau kewalahan ketika proyek Anda tidak berjalan sesuai rencana. Anda akan terbantu dengan perencanaan hal yang tidak terduga agar dapat beradaptasi dengan cepat. Anda perlu memiliki keterampilan dan pola pikir yang akan memungkinkan Anda untuk cepat beradaptasi dengan perubahan apa pun.

Kolaborator yang Efektif

Untuk bisa membangun produk digital yang baik, Anda tentu membutuhkan tim yang baik pula. Mulai dari UX designer, Manajer Produk, Pengembang, Pemasaran dan masih banyak lainnya.

soft-skill-ux-02

Gambar pexels.com

Anda harus menjaga komunikasi dan berkolaborasi dengan tim lain setiap hari. Anda perlu bermitra dengan tim pengembang untuk memahami kendala yang muncul atau terhubung dengan tim pemasaran untuk memastikan bahwa Anda mengkomunikasikan nilai produk yang sama kepada pengguna Anda. Kolaborasi adalah keterampilan yang harus Anda miliki untuk menjadi anggota tim yang efektif dan menjamin semuanya berjalan lancar. Jika Anda tahu cara terbaik untuk memanfaatkan keterampilan masing-masing tim dan mereka tahu cara melakukan hal yang sama untuk Anda, Anda bisa saling menghormati satu sama lain. Hal ini akan memungkinkan produk Anda untuk berkembang secara berkelanjutan hingga mencapai potensinya.

Empati

Anda perlu mengetahui kebutuhan dan keinginan pengguna Anda agar Anda dapat menjadi UX designer yang efektif dan dapat menghasilkan produk yang dapat memenuhi tujuan mereka.

soft-skill-ux-03

Gambar twenty20.com

Anda perlu berpikir dari berbagai sudut pandang dan desain untuk berbagai jenis pengguna. Salah satu metode terbaik untuk melakukan empati adalah berbicara dengan pengguna Anda, baik melalui tatap muka, observasi, survei, tes kegunaan, dan yang lainnya. Inti dari tes kegunaan bukanlah tentang pengguna memahami produk Anda, melainkan tentang memahami bagaimana pengguna dapat menggunakan produk Anda.

Passionate

Jika Anda tidak memiliki hasrat untuk membuat dan memecahkan masalah, Anda tidak akan menjadi UX designer yang efektif. Karena hal ini akan berpengaruh ke dalam perancangan suatu produk.

soft-skill-ux-04

Gambar pexels.com

Anda mungkin perlu mengumpulkan lebih banyak penelitian, menjalankan lebih banyak pengujian, menganalisis lebih banyak data, dan kemudian membuat lebih banyak wireframes. Anda harus memiliki passion untuk membuat (dan mengulang dan kemudian membuat lagi) agar Anda dapat bertumbuh untuk mencintai bidang UX, tetapi “soft skill” untuk desain ini merupakan hasrat bawaan yang harus Anda miliki.

Open-Minded

Ini mungkin bukan keterampilan yang langsung itba-tiba hadir ketika Anda memikirkan tentang desain UX. Namun, jika semua UX designer berpikiran sempit, bagaimana Anda bisa menciptakan produk hebat jika Anda tidak terbuka untuk ide-ide baru dari sudut pandang lain?

soft-skill-ux-05

Gambar pexels.com

Anda perlu mendengarkan anggota tim Anda, atau pengguna Anda, dan tahu kapan dan bagaimana memanfaatkan ide-ide mereka. Anda juga harus terbuka untuk mencoba solusi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Solusi yang sama tidak akan berhasil untuk setiap masalah, jadi silakan Anda belajar bagaimana menerima metode baru.

Anda harus merasa nyaman dengan hal-hal yang tidak diketahui dan menerima ide-ide lain. Toleransi terhadap perspektif lain adalah hal yang memisahkan seorang pemula dari seorang ahli. Pikirkan secara kritis, jadilah inventif, tanpa batasan.

 

Reference

Green, Taylor. 2018. 5 soft skills every UX designer should have. [Online] Available at :https://uxdesign.cc/5-soft-skills-every-ux-designer-should-have-abd37732caaf  [Accessed July 23, 2018]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.