8 Software untuk Membuat Prototype Aplikasi (Gratis)

Proses desain aplikasi terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari riset pengguna, arsitektur informasi, wireframe, desain, prototipe, uji coba pengguna, hingga peluncuran. Pembuatan prototipe biasanya dilakukan untuk aplikasi atau website yang kompleks. Membuat prototipe dapat mengurangi kesalahan dan biaya dalam pengembangan aplikasi.

Seorang desainer UI/UX umumnya membutuhkan aplikasi khusus untuk membuat prototipe. Jadi, aplikasi apa yang direkomendasikan untuk membuat prototipe?

Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Prototype Aplikasi?

Prototipe adalah bentuk dasar dari sebuah produk digital. Fungsi utamanya adalah membantu Anda memahami konsep, alur pengguna, tata letak solusi desain yang diajukan, serta cara kerja produk itu sendiri. Singkatnya, prototipe bisa dijuluki sebagai model atau sampel dari suatu produk digital sebelum dikembangkan dan diluncurkan.

Rekomendasi Software untuk Membuat Prototype Aplikasi

Desainer biasanya menggunakan aplikasi khusus untuk membuat prototipe. Berikut adalah beberapa software untuk membuat prototype aplikasi yang sering digunakan oleh desainer UI/UX:

1. Balsamiq

Antarmuka aplikasi prototipe Balsamiq.
Antarmuka Balsamiq: Software untuk membuat prototype aplikasi.

Balsamiq adalah sebuah perangkat lunak untuk melakukan wireframing produk digital. Tool ini mereproduksi pengalaman membuat sketsa di atas notepad atau whiteboard menggunakan software komputer, sehingga prosesnya jauh lebih cepat dan mudah. Balsamiq dilengkapi dengan drag-and-drop editor, ratusan komponen dan ikon UI, serta ekspor file ke format PNG atau PDF. 

KelebihanKekurangan
Learning curve mudah, cocok untuk pemulaTidak tersedia versi gratis
Fokus untuk desain wireframe low-fidelityUkuran kanvas terbatas
Modifikasi dan revisi desain mudahOpsi sharing/kolaborasi terbatas
Dilengkapi fitur Quick Add untuk membuat sketsa dengan cepatJumlah elemen, halaman, dan project per lisensi dibatasi 
Kelebihan dan kekurangan Balsamiq.

Harga: Uji coba gratis 30 hari, harga mulai dari USD 9  per bulan.

Platform: Web dan desktop.

2. Figma

Figma: Aplikasi prototyping ramah pemula.
Figma: Aplikasi prototyping ramah pemula.

Figma adalah aplikasi desain kolaboratif untuk merancang UI aplikasi dan website dan whiteboarding. Anda dapat membuat dan mempresentasikan prototipe interaktif melalui aplikasi ini. Figma dilengkapi fitur no-code prototyping, serta terintegrasi dengan berbagai tool dari pihak ketiga, seperti Slack, Avocode, dan Microsoft Teams. 

KelebihanKekurangan
Tersedia versi gratisTidak bisa melacak riwayat perubahan
Pilihan plugin dan widget yang beragamManajemen dokumen terbatas
Kolaborasi real-time dan dapat berbagi project dengan mudahTidak bisa digunakan secara offline (kecuali aplikasi desktop)
Dapat diakses melalui browser, desktop, maupun mobileButuh hardware yang mumpuni
Kelebihan dan kekurangan Figma.

Harga: Gratis, Figma Professional mulai dari USD 15 per bulan.

Platform: Web, Windows, dan macOS.

3. Judo

Judo: Aplikasi desain dan protoyping khusus untuk platform Apple.
Judo: Aplikasi desain dan protoyping khusus untuk platform Apple.

Judo adalah aplikasi desain UI untuk platform Apple. Judo dapat mengubah desain UI statis menjadi UI yang fungsional tanpa Anda perlu menulis kode. Anda juga bisa membuat sistem desain dari nol atau mengimpornya dari tool lain seperti Figma.

KelebihanKekurangan
Fitur kanvas yang dinamisEksklusif untuk pengguna macOS
Menulis kode SwiftUI secara otomatis Interface sering mengalami lagging saat memuat prototype aplikasi yang kompleks
Kelebihan dan kekurangan Judo.

Harga: Gratis, paket berbayar mulai dari USD 29 per bulan. 

Platform: macOS.

4. Marvel

Marvel: Aplikasi untuk semua tahapan desain.
Marvel: Aplikasi untuk semua tahapan desain.

Marvel adalah aplikasi desain, prototyping, sekaligus kolaborasi yang direkomendasikan bagi pemula. Aplikasi ini memiliki interface yang mudah dinavigasikan, dan desainer dapat menggunakannya tanpa perlu menulis kode. Marvel juga terintegrasi dengan berbagai tool dari pihak ketiga, seperti Sketch dan Photoshop dan Anda dapat melakukan sinkronisasi antara kedua tool dengan sangat mudah. 

KelebihanKekurangan
Beginner-friendlyFitur di aplikasi mobile terbatas
Tersedia versi gratisTidak dapat menduplikat prototipe
Tersedia template dan komponen UI pre-made yang variatifLayer desain kurang terorganisir
Fitur backup komprehensif serta terintegrasi dengan Google Drive dan DropboxFitur yang ditawarkan di versi uji coba sangat terbatas dan kurang menarik 
Kelebihan dan kekurangan Marvel.

Harga: Gratis, versi Pro mulai dari IDR 140 ribu per bulan. 

Platform: Web, Android, dan iOS.

5. Mockplus RP

Demo pembuatan prototipe dengan Mockplus RP.

Mockplus RP adalah sebuah platform untuk prototyping yang interaktif dan membuat mockup produk secara efisien. Mockplus RP ini menghasilkan prototipe high-fidelity (hi-fi) dan dilengkapi fitur kolaborasi yang canggih, sehingga memungkinkan Anda untuk bekerja sama dengan anggota tim lain dalam satu project yang sama. 

KelebihanKekurangan
Tersedia versi gratisVersi berbayar relatif mahal
Lebih dari 200 komponen pre-madeTidak mendukung gesture-based interactions
Tersedia video tutorial yang beragam Kurang ideal untuk desain UI yang kompleks
Kelebihan dan kekurangan Mockplus RP

Harga: Gratis, versi berbayar mulai dari USD 64.35 per tahun.

Platform: Web dan macOS.

6. Origami Studio

Origami Studio: Software untuk membuat prototype aplikasi.
Origami Studio: Software untuk membuat prototype aplikasi.

Origami Studio adalah sebuah tool desain dan prototyping yang dikembangkan oleh para engineer Meta. Awalnya, aplikasi ini hanya digunakan untuk internal, kini semua orang bisa menggunakan Origami Studio untuk desain dan membuat prototype aplikasi.

KelebihanKekurangan
Tersedia secara gratisEksklusif untuk macOS
Workflow yang efektif dan dilengkapi hotkeyLearning curve yang cukup curam
Terintegrasi dengan layer SketchMinim support dari pihak Apple
Menawarkan komponen native yang beragamKurang cocok untuk prototipe kompleks dengan banyak layer
Kelebihan dan kekurangan Origami Studio

Harga: Gratis.

Platform: macOS.

7. Sketch

Contoh pembuatan protoype aplikasi dengan Sketch.
Contoh pembuatan protoype aplikasi dengan Sketch.

Sketch adalah aplikasi desain UI/UX untuk para desainer aplikasi modern. Aplikasi ini sering disebut serupa Adobe Photoshop dengan peruntukan prototyping produk digital. Selain prototyping, Sketch ini dilengkapi dengan fitur kolaborasi dan developer handoff yang komprehensif. 

KelebihanKekurangan
Learning curve rendah, cocok untuk pemulaTidak tersedia versi gratis
Hasil desain yang tajam dan presisiEksklusif untuk macOS
Fitur linked data dan linting yang unik Satu lisensi hanya berlaku untuk satu device
Ekstensi plugin dan integrasi dengan pihak ketiga yang variatifFitur dokumentasi sistem desain kurang komprehensif
Kelebihan dan kekurangan Sketch.

Harga: Uji coba gratis 30 hari, paket Standard mulai dari USD 12 per bulan.

Platform: macOS.

8. UXPin

Demo pembuatan prototype aplikasi di UXPin.

UXPin adalah aplikasi desain untuk membuat wireframe dan prototipe produk digital. UXPin dapat digunakan dengan drag-and-drop. Anda dapat mendesain mulai dari nol maupun mengimpor desain dari aplikasi lain, seperti Figma, Photoshop atau Sketch. UXPin dilengkapi teknologi yang mampu menghasilkan spesifikasi desain produk secara otomatis, sehingga proses desain menjadi lebih cepat dan efisien.

KelebihanKekurangan
Tersedia versi gratisTidak ramah pemula
Pilihan desain low-fidelity dan high-fidelityTidak ada layar prototipe birds-eye-view
Fitur kolaborasi yang intuitif Aplikasi sering mengalami lagging ketika memuat desain yang kompleks
Design System Libraries yang menjadikan desain lebih konsistenPerintah shortcut berbeda dengan kebanyakan tool dan perlu dipelajari lebih lanjut
Kelebihan dan kekurangan UXPin.

Harga: Gratis, versi Essentials mulai dari USD 8 per bulan.

Platform: macOS dan Windows.

Kesimpulan

Proses desain produk digital yang komplek tak lepas dari tahap prototyping, yaitu mengembangkan sampel yang menunjukkan cara kerja suatu produk digital, beserta konsep, workflow, layout, dan sebagainya. Anda perlu menguasai aplikasi tertentu untuk merancang sebuah prototipe. 

Bagi para desainer pemula, Anda disarankan menggunakan Balsamiq, Marvel, atau Sketch karena memiliki learning curve yang relatif mudah. Buat Anda yang sudah cukup berpengalaman, Anda bisa memilih Origami atau UXPin. 

Jika Anda menginginkan aplikasi prototyping dengan fitur kolaborasi yang canggih, Figma, InVision, dan Mockplus adalah pilihan yang tepat. Sementara itu, Judo adalah pilihan yang tepat bagi desainer aplikasi untuk platform Apple karena didukung teknologi penulisan kode SwiftUI secara otomatis.

Itulah software untuk membuat prototype aplikasi yang kami rekomendasikan, manakah yang menjadi pilihan favorit Anda?

Angela Ranitta

Angela Ranitta

Angela Ranitta adalah penulis konten kreatif yang memiliki perhatian khusus terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita.

5 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *